Sifat hasad atau iri hati bisa menimpa siapa saja dan kapan saja. Untuk itu, Islam memberikan beberapa solusi untuk menghindarkan diri dari bahaya orang yang iri hati atau dengki yang sangat berpotensi merusak kenikmatan yang ada pada kita, serta menggagalkan rencana-rencana baik yang kita canangkan.
Di antara solusi tersebut adalah apa yang dibimbingkan dalam hadits berikut:
عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اسْتَعِينُوا عَلَى إِنْجَاحِ الْحَوَائِجِ بِالْكِتْمَانِ، فَإِنَّ كُلَّ ذِي نِعْمَةٍ مَحْسُودٌ» رواه الطبراني وغيره وانظر سلسلة الأحاديث الصحيحة رقم: ١٤٥٣ للمحدث الألباني.
“Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Mintalah pertolongan untuk menyukseskan segala kebutuhanmu dengan cara merahasiakannya (dari orang lain), karena setiap orang yang memiliki kenikmatan pasti akan didengki/dihasud.”
(HR. ath-Thabarani dalam karya beliau “al-Mu’jam al-Kabir”. Silakan lihat juga kitab “Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah”, karya pakar hadits terkemuka abad ini, yaitu al-Imam al-Albani rahimahullah, nomor 1453)
Hadits ini memberikan petunjuk tentang pentingnya menjaga kerahasiaan sejumlah rencana-rencana baik kita, terutama kelebihan atau keberhasilan dan kenikmatan yang Allah berikan kepada kita. Yang demikian itu untuk menghindari kemungkinan terjadinya iri hati atau dengki dari orang lain.
![]()