Iman Seorang Hamba Hakikat dan Konsekuensinya (Bagian 2)

Bagikan :

BAGIAN KEDUA (A)

Dalil Hadits Bahwa Iman Bisa Bertambah dan Berkurang

Alhamdulillah pada bagian pertama telah kami sebutkan beberapa dalil dari al-Quran tentang permasalahan ini, dan masih terdapat sejumlah ayat yang sengaja tidak kami kutipkan demi lebih ringkasnya tulisan ini.

Pada bagian kedua ini akan kami kutipkan beberapa dalil dari sunnah:

Hadits Pertama

1. عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ أَحَبَّ لِلَّهِ وَأَبْغَضَ لِلَّهِ , وَأَعْطَى لِلَّهِ وَمَنَعَ لِلَّهِ , فَقَدِ اسْتَكْمَلَ الْإِيمَانَ»
رواه أبو داود (٤٦٨١) عند باب “الدليل على زيادة الإيمان ونقصانه“، والطبراني في المعجم الكبير (٧٤٩٣)، والبغوي الشافعي في شرح السنة (٢٩٥/٦)، والبيهقي في شعب الإيمان (٨٧٣١).
وصححه الإمام الألباني في كتابه الصحيحة رقم: ٣٨٠.

Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barang siapa mencintai (saudaranya muslim) ikhlas karena Allah (bukan karena kepentingan duniawi), dan membenci ikhlas karena Allah (bukan karena urusan pribadi), memberi (bersedekah) karena Allah dan menahan (tidak sedekah) juga karena Allah maka sungguh dia telah berupaya menyempurnakan keimanannya”

HR. Abu Dawud no 4681 pada bab “Dalil tentang bertambah dan berkurangnya (kadar) keimanan”, ath-Thabarani dalam “al-Mu’jam al-Kabir” no 7493, al-Baghawi dalam karya beliau “Syarhus Sunnah” (6/295), al-Baihaqi dalam karya beliau “Syu’abul Iman” no 8731, dan dinilai sebagai hadits yang shahih oleh imam al-Albani dalam karya beliau “as-Shahihah” no 380.

Hikmah Hadits

  •  Cinta dan benci kepada seseorang atas dasar agama Allah dan mengharapkan ridho-Nya adalah amal ketaatan yang dapat menjadikan kadar iman seseorang bertambah dan lebih sempurna.
  • Dan dengan amal cinta atau benci karena Allah seorang hamba akan mendapatkan pahala dari sisi-Nya
  • Sebaliknya, jika cinta dan bencinya atas dasar urusan duniawi atau karena kepentingan dan kebencian pribadi maka itu adalah perbuatan tercela dan kemaksiatan, pelakunya mendapat dosa serta menjadikan kadar imannya berkurang dan semakin jauh dari kesempurnaan.
  • Hal yang sama juga berlaku bagi perbuatan memberi dan mencegah karena Allah akan menjadikan nilai dan kualitas iman seseorang bertambah dan dia mendapatkan pahala.
  • Sebaliknya, jika memberi dan mencegah karena kepentingan duniawi atau dorongan emosi pribadi maka kadar keimanannya akan menurun dan berkurang, dan dia pun mendapatkan dosa.

Hadits Kedua

2. عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صَلَّى اَللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (أَكْمَلُ اَلْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا) رواه أحمد(٧٣٩٦)، وأبو داود (٤٦٨٢)، والترمذي (٢٨٢٠) عند باب “ما جاء في استكمال الإيمان وزيادته ونقصانه”

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Orang beriman yang lebih sempurna keimanannya adalah yang lebih baik akhlaknya”

HR. Ahmad (7396), Abu Dawud (4682), at-Tirmidzi (2820) pada bab “Dalil tentang upaya menyempurnakan iman serta dalil tentang bertambah dan berkurangnya”.

Hikmah Hadits

  • Pengaruh dan efek langsung akhlak kepada tingkat dan kadar keimanan seorang hamba.
  • Semakin baik kondisi akhlak seseorang semakin tinggi kualitas keimanannya.
  • Imbauan untuk kita terus meningkatkan kualitas akhlak agar bertambah sempurna kadar dan kualitas keimanan kita.

Hadits Ketiga

3. عَن أَبِي سَعِيدٍ الخدري رضي الله عنه قال سَمِعْتُ رَسُولَ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: “مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغيِّرْهُ بِيدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذلِكَ أَضعَفُ الإِيمانِ“. رواه مسلم في كتاب الإيمان، باب كون النهي عن المنكر من الإيمان وأنّ الإيمان يزيد وينقص رقم (٤٩)

Dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barang siapa diantara kalian melihat sebuah kemungkaran maka rubahlah/cegahlah dengan tangan/kekuatannya, jika tidak mampu maka cegahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka ingkarilah dengan hatinya, dan yang terakhir ini adalah tingkatan keimanan yang paling lemah.”

HR. Muslim dalam kitab “al-Iman” pada bab “Penjelasan Bahwa Mencegah Kemungkaran Bagian Dari Keimanan, Dan Bahwa Keimanan Bisa Bertambah dan Bisa Berkurang” Hadist no 49.

Hikmah Hadits

  • Keimanan seorang muslim bisa bertambah atau berkurang sesuai dengan tingkat amalan sholih yang dilakukannya.
  • Upaya ingkar dan pencegahan kemungkaran bagian dari keimanan.
  • Iman bisa berkurang dan terus berkurang sampai pada titik terlemah.
  • Imbauan meningkatkan semangat ingkar mungkar demi meraih tingkat dan nilai keimanan yang tertinggi.

Bersambung insyaallah pada Bagian Kedua (B).

Loading

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *