Peran Orang Tua Terhadap Nasib Keimanan Putra Putrinya

Bagikan :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ. متفق عليه.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Setiap bayi yang dilahirkan, pasti dia dilahirkan di atas fitrah (yang suci). Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”
(Muttafaqun ‘Alaihi)

Faidah Hadits

  1. Hadits ini menegaskkan bahwa setiap bayi yang dilahirkan benar-benar dilahirkan di atas fitrah yang bersih dan belum terkontaminasi oleh unsur negatif. Dia juga condong dan suka kepada ketaatan, serta tidak suka kepada kemaksiatan.
  2. Namun, peran dan intervensi kedua orang tuanyalah yang dapat merusak kesucian fitrahnya, sehingga bisa mengubah agama, akidah, dan akhlak anak tersebut.
  3. Hadits ini, -walaupun redaksinya berupa berita atau informasi-, namun mengandung perintah kepada kedua orang tua untuk berjuang dengan sungguh-sungguh dalam menjaga serta memelihara akidah dan akhlak putra putrinya.

Semoga Allah Subhanahu Wata’ala menjadikan putra-putri kita sebagai hamba-hamba-Nya yang shalihin dan bertakwa, serta Allah lindungi mereka dari segala bentuk fitnah dan penyimpangan akidah maupun akhlak.

Loading

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *