Beberapa Hal Penting Tentang Bulan Rajab

Bagikan :

Rajab Adalah Salah Satu Bulan Haram

๐Ÿ““ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุฒู‘ูŽู…ูŽุงู†ูŽ ู‚ูŽุฏู ุงุณู’ุชูŽุฏูŽุงุฑูŽ ูƒูŽู‡ูŽูŠู’ุฆูŽุชูู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู†ูŽุฉู ุงุซู’ู†ูŽุง ุนูŽุดูŽุฑูŽ ุดูŽู‡ู’ุฑู‹ุง ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽุฉูŒ ุญูุฑูู…ูŒ ุซูŽู„ูŽุงุซูŒ ู…ูุชูŽูˆูŽุงู„ููŠูŽุงุชูŒ ุฐููˆ ุงู„ู’ู‚ูŽุนู’ุฏูŽุฉู ูˆูŽุฐููˆ ุงู„ู’ุญูุฌู‘ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุญูŽุฑู‘ูŽู…ู ูˆูŽุฑูŽุฌูŽุจู ู…ูุถูŽุฑูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุฌูู…ูŽุงุฏูŽู‰ ูˆูŽุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ูŽ

“Sesungguhnya zaman telah berputar kembali seperti hari Allah menciptakan langit dan bumi. Dalam setahun ada dua belas bulan, di antaranya ada 4 bulan haram. Tiga bulan berturut-turut, yaitu: Dzulqaโ€™dah, Dzulhijjah, Muharram dan (satu lagi) Rajabโ€“nya suku Mudhar, yakni bulan yang terletak antara Jumadal Akhirah dan Syaโ€™ban.”

๐Ÿ“š HR. al-Bukhari, no. 3197 dan Muslim, no. 1679

Tidak Ada Dalil Shahih Tentang Keutamaan Bulan Rajab Dan Amalan Tertentu Di Dalamnya

๐Ÿ“” Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani asy-Syafi’i rahimahullah berkata,

ู„ู… ูŠุฑุฏ ููŠ ูุถู„ ุดู‡ุฑ ุฑุฌุจ ูˆู„ุง ููŠ ุตูŠุงู…ู‡ ูˆู„ุง ููŠ ุตูŠุงู… ุดูŠุก ู…ู†ู‡ ู…ุนูŠู†ุŒ ูˆู„ุง ููŠ ู‚ูŠุงู… ู„ูŠู„ุฉ ู…ุฎุตูˆุตุฉ ููŠู‡ุŒุญุฏูŠุซ ุตุญูŠุญ ูŠุตู„ุญ ู„ู„ุญุฌุฉ

“Tidak ada satu hadits shahihpun yang bisa dijadikan hujjah (dalil) tentang keutamaan bulan Rajab, puasa Rajab, atau keutamaan berpuasa di hari-hari tertentu padanya, maupun shalat malam secara khusus padanya.”

๐Ÿ“š Tabyiin al-‘Ajab, hlm. 23

Fenomena Jum’at Pertama Bulan Rajab Dalam Perspektif Ulama Islam

๐Ÿ“’ Al-Imam al-Hafizh Abu Zakariya an-Nawawi rahimahullah, penulis kitab Riyadhus Shalihin, menjelaskan dan menasehati kaum muslimin terkait beberapa fenomena yang terjadi di bulan Rajab.

โ˜‘๏ธ Di antaranya beliau rahimahullah berkata,

“Shalat yang dikenal dengan sebutan Shalat Raghaib, yaitu shalat dua belas raka’at. Shalat tersebut dilakukan antara Maghrib dan Isya pada malam Jum’at pertama bulan Rajab.

~ Begitu pula (fenomena) shalat malam pada pertengahan bulan Sya’ban yang berjumlah seratus rakaat.

โš ๏ธ Dua jenis shalat ini adalah bid’ah (perkara baru yang diada-adakan dalam agama), dan tergolong perbuatan mungkar dan jelek.

~ Janganlah tertipu dengan disebutkannya (dua jenis shalat ini) dalam kitab Quut al-Qulub dan kitab Ihya’ ‘Ulum ad-Diin.

~ Jangan tertipu pula dengan hadits yang menyebutkan tentang dua shalat ini, karena semua hadits tentangnya adalah batil (tidak sah).

~ Janganlah tertipu pula dengan sebagian ulama yang tersamarkan atasnya hukum dua jenis shalat ini, kemudian atas dasar itu dia menulis berlembar-lembar makalah tentang anjuran mengerjakan dua shalat ini. Sesungguhnya (ulama tadi) telah keliru dalam permasalahan ini.

(kemudian al-Imam an-Nawawi melanjutkan),

~ Asy-Syaikh al-Imam Abu Muhammad Abdurrahman bin Ismail al-Maqdisi rahimahullah telah menulis sebuah kitab berharga yang menyanggah (menegaskan kebatilan) dua jenis shalat tersebut. Sungguh beliau (al-Imam al-Maqdisi) telah berbuat baik dan unggul dalam permasalahan ini.”
-Selesai-

๐Ÿ“š Dikutip dari kitab karya al-Imam an-Nawawi rahimahullah yang berjudul Al-Majmuโ€™ Syarhul Muhadzdzab, (4/ 56)

_________

โœ’๏ธู‚ุงู„ ุงู„ู†ูˆูˆูŠ ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰:

ุงู„ุตู„ุงุฉ ุงู„ู…ุนุฑูˆูุฉ ุจุตู„ุงุฉ ุงู„ุฑุบุงุฆุจ ูˆู‡ูŠ ุซู†ุชูŠ ุนุดุฑุฉ ุฑูƒุนุฉ ุชุตู„ูŠ ุจูŠู† ุงู„ู…ุบุฑุจ ูˆุงู„ุนุดุงุก ู„ูŠู„ุฉ ุฃูˆู„ ุฌู…ุนุฉ ููŠ ุฑุฌุจ ูˆุตู„ุงุฉ ู„ูŠู„ุฉ ู†ุตู ุดุนุจุงู† ู…ุงุฆุฉ ุฑูƒุนุฉ ูˆู‡ุงุชุงู† ุงู„ุตู„ุงุชุงู† ุจุฏุนุชุงู† ูˆู…ู†ูƒุฑุงู† ู‚ุจูŠุญุชุงู†.

ูˆู„ุง ูŠุบุชุฑ ุจุฐูƒุฑู‡ู…ุง ููŠ ูƒุชุงุจ ู‚ูˆุช ุงู„ู‚ู„ูˆุจ ูˆุฅุญูŠุงุก ุนู„ูˆู… ุงู„ุฏูŠู† ูˆู„ุง ุจุงู„ุญุฏูŠุซ ุงู„ู…ุฐูƒูˆุฑ ููŠู‡ู…ุง ูุฅู† ูƒู„ ุฐู„ูƒ ุจุงุทู„.

ูˆู„ุง ูŠุบุชุฑ ุจุจุนุถ ู…ู† ุงุดุชุจู‡ ุนู„ูŠู‡ ุญูƒู…ู‡ู…ุง ู…ู† ุงู„ุฃุฆู…ุฉ ูุตู†ู ูˆุฑู‚ุงุช ููŠ ุงุณุชุญุจุงุจู‡ู…ุง ูุฅู†ู‡ ุบุงู„ุท ููŠ ุฐู„ูƒ.

ูˆู‚ุฏ ุตู†ู ุงู„ุดูŠุฎ ุงู„ุฅู…ุงู… ุฃุจูˆ ู…ุญู…ุฏ ุนุจุฏ ุงู„ุฑุญู…ู† ุจู† ุฅุณู…ุงุนูŠู„ ุงู„ู…ู‚ุฏุณูŠ ูƒุชุงุจุง ู†ููŠุณุง ููŠ ุฅุจุทุงู„ู‡ู…ุง ูุฃุญุณู† ููŠู‡ ูˆุฃุฌุงุฏ ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡.

๐Ÿ“š ุงู„ู…ุฌู…ูˆุน ุดุฑุญ ุงู„ู…ู‡ุฐุจ (4/ 56)

Tidak Ada Puasa Khusus di Bulan Rajab

๐Ÿ“— Salah seorang ulama Islam terkemuka pada abad ke-8 hijriyah yaitu al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah (w. 795 H), dalam salah satu karyanya yang berjudul Lathaif al-Ma’arif halaman 228 berkata,

ูˆุฃู…ุง ุงู„ุตูŠุงู… ูู„ู… ูŠุตุญ ููŠ ูุถู„ ุตูˆู… ุฑุฌุจ ุดูŠุก ุนู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูˆู„ุง ุนู† ุฃุตุญุงุจู‡.

“Adapun puasa (di bulan Rajab) maka tidak ada satu hadits pun yang shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan tidak pula (satu bimbingan pun) dari para sahabat beliau tentang keutamaan berpuasa pada bulan Rajab.”

๐Ÿ’ Untuk itu, kami menghimbau saudara-saudara kami kaum muslimin untuk meneladani beliau shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya dalam setiap amal ibadahnya, dan tidak melakukan sebuah amalan agama kecuali telah ada bimbingan dari beliau dan para sahabatnya.

๐Ÿ“˜ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ู…ู† ุนู…ู„ ุนู…ู„ุง ู„ูŠุณ ุนู„ูŠู‡ ุฃู…ุฑู†ุง ูู‡ูˆ ุฑุฏ

“Barang siapa mengerjakan suatu amalan yang tidak ada perintah dari kami, maka amalan tersebut tertolak.” (Muttafaqun ‘Alaihi)
_____________________

Loading

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *