Allah Subhanahu Wata’ala berfirman,
إِنَّا أَنْذَرْنَاكُمْ عَذَابًا قَرِيبًا
“Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepada kalian adzab (siksa) yang dekat.” (QS. an-Naba’: 40)
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,
فهذا العذاب الذي أنذرنا الله قريب، ليس بين الإنسان وبينه إلا أن يموت، والإنسان لا يدري متى يموت، قد يصبح ولا يمسي، أو يمسي ولا يصبح، ولهذا كان علينا أن نحزم في أعمالنا، وأن نستغل الفرصة قبل فوات الأوان
“Adzab yang Allah peringatkan kepada kita sangatlah dekat. Tidak ada jarak antara seseorang dengan adzab tersebut kecuali kematian.
Seseorang tidak tahu kapan ia akan mati. Terkadang masih hidup di pagi hari, tetapi di sore hari sudah tiada. Atau masih hidup di sore hari, tetapi besok paginya sudah tiada.
Oleh sebab itulah, kita wajib untuk bersungguh-sungguh dalam amalan kita, dan hendaknya kita manfaatkan kesempatan untuk beramal sebelum waktu itu hilang.”
(Tafsir Juz ‘Amma, hal. 37)
